Friday, March 11, 2016

Udangku Idolaku

Assalamu'alaikum warrahatullahi wabarakatuuuuuh....

Aahhaha nongol lagi nih emak dimari *hee...
Moodnya turun naik pemirsyah...
Udah nulis panjang lebaaaaaar, tetiba aja males post...

Baiklah baiklah...
Tak perlu panjang lebar ceritanya karna emakpun tak pandai bercerita.

Ntah berapa lama ya ga makan udang, jadi kangen sama si udang nih.
Pucuk dicinta ulampun tiba, paman sayur idola bawa udang buanyaaaak, segeeer, masih hidup pula. 
Senang tak terkira rasanya, beli banyak sekalian, pokoknya dipikiran tu pesta udang ajah seharian, hahaha...

Udang Tempura sebagai pilihan menu pertama masak si udang, alhamdulillah ludeees berbarengan emak selesai gorengnya, ahaha... gimana ga ludes cepat, si Aa dan Dede setia nungguin disamping sambil comot udang, beruntung emak sempat menyisihkan dikit ya...

Udang Tempura


Selanjutnya udang dimasak dengan kuah santan berbumbu masak habang, sayuran, tahu dan tempe juga. Kadang ga pake tahu tempe, kadang make salah satunya aja. Sayur ini bakal lebih syyeeegaaar lagi kalo ditambahin belimbing wuluh, duuuuh emak ngeces nih, sayangnya kali ini belimbing diskip karna ga ada stok dirumah gaes, hehehe...

Sayur ini mempunyai rasa khas yang gurih, maklum lah selera orang Banjar itu ya berlemak, manis dan asin.
Jikalaupun mau pedes gampang ko, tinggal tambahkan irisan cabe rawit merah.
Hmmmm.... lapeeer dech emak...
Makan yuuuuk mari....

Udang Kuah Santan


Saturday, January 30, 2016

Hai.....

Assalamu'alaikum wr wb....

Heeheee.... ketawa dulu boleh ya...
Udah lama ga menyapa blog, intinya males meskipun ada banyak yang mau dibagikan di sini *belagu amat yak, plak!.
Jikalau tak salah ada sekitar kurang lebih dua bulan *apah? 2 bulan?* ahahahahaha....ya gitu dech.
Banyak yang terjadi, banyak yang dilewati, banyak pula yang dilalui, alhamdulillah semua berjalan sebagaimana mestinya.
Kerjaan emak sehari-hari yang hanya sebagai ibu rumah tangga namun penuh dengan kesibukan yang tak kunjung selesai, itulah emak. hehehe...
Yang penting suami, anak-anak dan urusan rumah tangga lainnya beres tepat pada waktunya, ada yang berani protes? emak bakal ga masak satu hari full, hahahaha makan diluar kita... teras rumah!.

Tapi sebenarnya emak ni juga bingung sendiri, setiap kali mau memulai nulis ni jari-jari emak pada kaku, otak pada kebingungan mikir apa, mata tiba-tiba aja menatap layar kosong di depan, hingga akhirnya "Aaah... sutra lah, nanti aja nulisnya", "ga ada ide ih", " mau nulis resep? resep apa ya", "pajang foto makanan ah, eh tapi belum bagus, malu!". Berbagai macam pikiran tak jelas muncul, jadi gagal ngeblog :'(
Kadang mikir nulis aja masih belum bener nih, hehehe...
Ya sutralah, seadanya aja dech, semampunya emak nulis ya. Diterima ya syukur kalo enggak ya di skip aja pemirsyaaaaaah....

Berikut beberapa jepretan emak di beberapa tempat saat diajak makan bareng bersama emak-emak lainnya.
Enak ya jadi emak ni \(^0^)/

Dinner at Mom's Cafe.

Ngopi cantik di Coffee Toffee.

Lunch bareng  di Intro Bistro.

Makan siang di Syphon Coffe Shop

Makan siang di Jorong Cafe
Sekian kisah emak saat ini, ya mudah-mudahan emak tambah rajin nulis ya, meskipun masih kurang jelas alur ceritanya....

Wassalam.


Saturday, November 28, 2015

Gangan Asam Patin

Indonesia kaya akan berbagai jenis masakan. Sayur asam salah satunya, dan setiap daerah tentu memiliki ciri khas masing-masing.
Gangan asam Banjar khas dari kota kelahiran saya. Gangan ini biasanya menjadi salah satu menu harian sekeluarga. Apalagi jika ditambahkan ikan patin, sepat, atau haruan/gabus hmmmm jadi laper lagi dech...

Baiklah sore ini saya akan berbagi resep andalan keluarga, resep turunan dari mamah tercinta.
Gangan asam yang saya tambahkan ikan patin, ikan hasil perolehan mancing dikolam samping rumah mamah dengan berat 9kg (besar buangeeeeeet), alhamdulillah saya kebagian daging tengahnya, trus karena masih terlalu besar bagi saya, akhirnya saya potog lagi menjadi 4 bagian. Ikan patin ini saya masak dengan bumbu yang lebih banyak dari biasanya.

Bumbu Halus Gangan Asam

Bahan :
8-10 siung bawang merah
6-7 siung bawang putih
5 biji kemiri 
2 ruas batang serai (iris tipis)
1/2 ibu jari kunyit
1/2 ibu jari laos (optional)
1 ruas jari asam jawa
1/2 ruas belacan
2 sdm minyak goreng

Cara membuat:

Campur semua bahan-bahan diatas, kemudian uleg hingga halus (saya pake cara praktis ajah, blender jadi satu).

Goreng bumbu dengan sedikit minyak hingga agak kering. Dinginkan.

Simpan ke dalam toples kaca tertutup.

Gangan Asam Patin.


Gangan Asam Patin

Bahan

Potongan ikan patin segar atau kepala ikan patin saja
1 sendok sayur besar bumbu halus gangan asam 
1 ikat kacang panjang, iris serong panjang
2 buah tomat segar, belah 4
1 buah cabe merah besar, buang bijinya, iris tipis serong
1/2 gelas air putih
Gula dan garam secukupnya

Cara Membuat:

Panaskan wajan besar, masukkan bumbu gangan asam biarkan sebentar kemdian tuang air, aduk pelan.

Masukkan ikan patin biarkan hingga ikan setegah matang.

Tambahkan potongan kacang panjang dan tomat buah, aduk sebentar.

Jangan lupa gula dan garam secukupnya ya dimasukkan juga. Koreksi rasa. Masak hingga ikan matang dan bumbu mengental.

Sajikan bersama nasi panas, ikan asin, sambel juga yaaa...

Gangan  Asam Banjar
Minyak yang nampak dikuah itu adalah lemak yang keluar dari si ikan patin jumbo.



Wednesday, November 25, 2015

Bubur Gunting

Bukan berarti guntingnya dibikin bubur, hahahaha....
Melainkan adonan sagu rumbia yang dicampur air kemudian dibentuk bulat kecil memanjang dan dipotong serong dengan gunting, nah ini makanya dinamakan bubur gunting.
Serajin apalah saya ini, karna ada banyak yang jual adonan jadi, mending beli aja dech perbungkusnya cuman 500 perak ko.
Gampang banget bikinnya pula, kurang lebih sama dengan kita bikin kolak atau bubur khas Banjar lainnya seperti bubur hintalu karuang, bubur beayak atau bubur randang.
Tak ada takaran yang pasti setiap bikin bubur ini, semua disesuaikan lagi dengan selera masing-masing, kalau suka manis ya banyakin lagi aja gulanya kakak, kuah banyak? Banyakin aeeerrrnya, byuuurrr..... #eh




Bikin yuk...

Bahan :
100 gram bubur gunting mentah 
100 ml Santan kental
400 ml air (saya suka kuah banyak)
100 gram gula merah, sisir
1-2sdm gula pasir
1 lbr daun pandan
1/4 sdt garam

Cara Membuat:

Rebus air, gula merah dan daun padan biarkan hingga mendidih.

Masukkan bubur gunting mentah, aduk sesekali hingga bubur berwarna bening, (saya sukanya mangkal).

Tambahkan santan kental, gula dan garam kemudian aduk-aduk, koreksi rasa,  biarkan hingga kuah mengental dan matang.

Resep ini disesuaikan dengan selera masing-masing ya, boleh dimasukkan telur ayam yang dikocok lepas ke kuahnya juga, biar tambah enak...
^0^

Bahan bubur gunting.


Dan, taraaaa.... bubur gunting siap dihidangkan...

Bubur Gunting.
Mudah bukan...
Semoga bermanfaat
Salam.

Sunday, November 22, 2015

Telang Masak Asam

Telang masak asam.


Assalamu 'alaikum...
Sapa coba yang tak suka ikan asin? semua pasti suka. Ikan segar  yang diawetkan dengan penambahan garam ini dapat disimpan lama dengan cara penyimpanan yang tepat, namun pada kenyataannya tak pernah mampu bertahan lama juga kalo udah dibeli, pasti maunya dimasak terus.
Apakah itu mau digoreng langsung atau dimasak dengan berbagai macam bumbu tambahan lainnya.

Merupakan ikan asin yang biasa kami sebut iwak karing telang berukuran besar dengan tekstur daging lembut dan tebal, biasanya dapat di goreng langsung begitu saja kemudian pada saat penyajian daging ikan tersebut diberi perasan jeruk nipis, jeruk kunci atau jeruk purut dan jangan lupa cabe rawitnya ya... duuuh duuuuh duuuuuh jadi laper dech... sederhana bukan...
Selain itu ada lagi ini cara masak favorit saya, dimasak asam. Iyah, masaknya gampang ko, ga pake lama dan dijamin nasi sepiring ga bakalan cukup *saya banget ituuh.


Nasi, telang masak asam, kerupuk.
Sedikit cerita tentang beberapa tahun lalu saat masih tinggal di kota kecil Clayton, Victoria. Saat itu kalau tidak salah saya sekeluarga baru tinggal kurang beberapa bulan saja, namun kerinduan makan ikan asin itu terasa sekali hingga ketika kami mendapat kabar bahwa kakak ipar saya akan datang ke Melbourne dan menetap beberapa minggu karena ada jadwal pelatihan terbang sungguh sangat menyenangkan sekali, yang muncul di pikiran itu cuman satu, minta bawain ikan asin, hahahahaha...
langsung dech telpon ke mama di Banjarmasin minta belikan ikan terus minta dipacking serapi mungkin biar mencegah aroma wanginya keluar dan minta kirim ke Jakarta sesegeranya.
Alhamdulillah saat itu kakak ipar berhasil dirayu dan berhasil pula melewati pemeriksaan di bandara Melbourne, meskipun beberapa pakaiannya tercium aroma khas ikan asin. Ikan asin tersebut saya hemat-hemat sekali memakannya, maklum lah ga ada yang jual di sana kan, hahahaha..
Biasanya kalau udah bikin masakan ini saya jadi lupa timbangan, keenakan makan bikin ketagihan walaupun makannya cuman pake nasi, ikan asin ini plus kerupuk.


Telang masak asam (2).

Masak yuk...

Telang Masak Asam

Bahan :

250 gram daging ikan asin telang, potong-potong ukuran kecil
3  siung bawang merah iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
Asam jawa
Terasi (optional)
Cabe merah dan hijau besar segar, buang biji, iris serong
Garam
Gula putih
Gula merah
Minyak goreng
Air putih

Cara memasak:

Rendam potongan ikan asin ke dalam air bersih, biarkan beberapa saat, tiriskan kemudian goreng hingga agak kering (sesuai selera, kadang bisa juga digoreng hingga kering).

Campurkan asam jawa, terasi, gula merah dan air jadi satu, saring, sisihkan ampasnya.

Panaskan wajan, tuang 1-2 sendok makan minyak goreng, masukkan irisan baput dan bamer, biarkan hingga wangi bawang keluar.

Tuang campuran air asam jawa, kemudian masukan potongan ikan asin goreng. Tambahkan garam dan gula putih secukupnya. Koreksi rasa, biarkan hingga kuah agak kental dan matang.

Terakhir masukkan irisan cabe merah dan hijau. Matikan api dan sajikan.



Selamat mencoba

^_~